MANADO — Serangkaian kecelakaan lalu lintas yang berulang di ruas jalan Tanawangko–Maruasei, khususnya di kawasan tikungan Munte, memicu keprihatinan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kondisi jalur yang dinilai rawan tersebut kini menjadi fokus penanganan serius, mengingat aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
Menindaklanjuti berbagai aspirasi publik, termasuk usulan pembangunan terowongan di titik rawan serta percepatan proyek jalan tol Manado–Amurang, Pemprov Sulut menyatakan komitmennya untuk mengambil langkah konkret secara bertahap dan terukur.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa meskipun ruas tersebut berstatus jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, pihaknya tetap aktif melakukan koordinasi lintas instansi. Upaya itu dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara guna mempercepat penanganan di lapangan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Pemerintah akan merespons setiap persoalan secara cepat dan serius, terutama yang berdampak langsung pada keselamatan publik,” ujar Jemmy.
Sejumlah langkah strategis pun telah disiapkan. Dalam jangka pendek, pemerintah bersama BPJN melakukan evaluasi teknis menyeluruh terhadap kondisi jalan, termasuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan. Penanganan cepat juga dilakukan melalui perbaikan fisik di titik rawan, seperti pemasangan rambu tambahan, peningkatan penerangan jalan, pembaruan marka, hingga pemasangan guardrail.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong solusi jangka panjang. Kajian percepatan pembangunan tol Manado–Amurang terus didalami, termasuk opsi pembangunan terowongan sebagai alternatif untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur tersebut. Seluruh rencana ini mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta pembiayaan.
Tak hanya itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, aparat kepolisian, serta instansi terkait lainnya juga diperkuat. Langkah ini mencakup peningkatan pengawasan di lapangan serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Jemmy menambahkan, penanganan dilakukan secara simultan antara langkah jangka pendek dan jangka panjang. “Kami bergerak cepat untuk menekan risiko kecelakaan, sekaligus menyiapkan solusi berkelanjutan. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus kami intensifkan agar penanganan ini efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Pemprov Sulut turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat melintasi jalur tersebut serta mematuhi aturan lalu lintas. Pemerintah memastikan upaya pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemprov Sulut Percepat Penanganan Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Tanawangko–Munte













