KANALSINDO.ID Manado – Hampir sembilan bulan berlalu sejak Ipda Juan A.V. Rumbajan dipercaya memimpin Polsek Kawasan Pelabuhan Manado, jejak kinerjanya berbicara lebih keras daripada kata-kata. Sejak 6 Januari 2025, laju kepemimpinannya menjelma menjadi tameng yang melindungi pintu gerbang laut Kota Manado dari ancaman miras ilegal dan tindak kejahatan lainnya.
Ribuan Liter Miras Ilegal Digulung
Dari awal, langkah tegas langsung diperlihatkan. Baru 23 hari menjabat, Polsek Pelabuhan sudah menyita 1.958 liter Cap Tikus. Seolah tak memberi ruang bagi pelaku, pengungkapan demi pengungkapan terus berlanjut: 1.487 liter di akhir Januari, 109 liter di Februari, 50 liter di April, hingga ratusan liter lain pada bulan-bulan berikutnya.
Hingga September 2025, total sitaan telah melampaui 8.000 liter. Angka yang bukan sekadar statistik, melainkan simbol ketegasan bahwa peredaran miras ilegal tidak boleh dibiarkan merusak generasi dan mengancam keamanan.
“Ini bukan hanya soal menegakkan hukum, tapi juga menjaga anak-anak kita, generasi muda kita, agar tidak hancur karena miras. Kami berdiri di pelabuhan untuk memastikan itu,” tegas Ipda Juan Rumbajan dengan nada penuh keyakinan.
TPPO: Menyelamatkan Masa Depan Anak Bangsa
April 2025, sebuah kasus yang lebih menyayat hati terkuak. Empat perempuan muda, termasuk seorang remaja 16 tahun, hendak diberangkatkan ke Ternate dengan iming-iming pekerjaan. Namun di balik janji itu tersimpan jerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Beruntung, berkat kejelian aparat, langkah gelap tersebut berhasil digagalkan. Empat korban itu bukan sekadar diselamatkan, tapi juga dipulangkan ke pelukan keluarga dan harapan baru untuk masa depan.
“Setiap nyawa yang bisa kita selamatkan adalah kemenangan terbesar. Inilah alasan kami ada di sini,” ujar Rumbajan, matanya menatap tegas.
Apresiasi dan Harapan
Kerja keras itu tak terlewatkan. Kapolsek Juan Rumbajan menerima penghargaan dari Kapolresta Manado, Kombes Pol Julianto Sirait, karena memimpin satuan dengan sitaan miras terbanyak di Kota Manado. Namun lebih dari penghargaan, apresiasi datang dari masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang melihat nyata perubahan suasana di kawasan pelabuhan: lebih aman, lebih tertib, lebih manusiawi.
Komitmen yang Tak Pernah Padam
Hampir sembilan bulan berlalu, satu pesan yang terus dipegang teguh: tugas seorang polisi bukan sekadar menindak, tetapi menjaga kehidupan.
“Kami tidak akan berhenti. Pelabuhan adalah jantung kota ini. Selama saya dipercaya di sini, saya akan berdiri untuk memastikan tempat ini tetap aman, demi Manado yang lebih baik,” tutup Kapolsek dengan suara penuh komitmen.
















