MANADO — Sektor pariwisata Sulawesi Utara menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, kinerja pariwisata daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai itu tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Maret 2026 mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2026 mencapai 7.550 kunjungan. Angka tersebut melonjak 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari strategi penguatan aksesibilitas dan promosi internasional yang terus digencarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Didominasi Wisatawan Asia
Mayoritas wisatawan mancanegara masuk melalui jalur udara via Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan total 7.549 kunjungan. Dari sisi asal negara, pasar Asia masih mendominasi.
Wisatawan asal Tiongkok tercatat paling banyak dengan 3.977 kunjungan atau 52,68 persen. Disusul Korea Selatan sebanyak 2.990 kunjungan (39,60 persen), serta Singapura 89 kunjungan (1,18 persen).
Selain itu, pasar dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris mulai menunjukkan pertumbuhan, seiring upaya diversifikasi pasar wisata yang terus didorong pemerintah daerah.
Pergerakan Wisatawan Nusantara Ikut Tumbuh
Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan. Sepanjang Januari 2026, tercatat 1.232.868 perjalanan domestik menuju Sulawesi Utara atau naik 15,04 persen secara tahunan.
Manado masih menjadi tujuan utama dengan 289.974 perjalanan. Namun, sebaran wisatawan kini mulai merata ke sejumlah daerah lain seperti Minahasa dengan 201.728 perjalanan dan Minahasa Utara sebanyak 151.437 perjalanan.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi yang mendorong pengembangan pariwisata berbasis kabupaten/kota.
Okupansi Hotel dan Lama Tinggal Meningkat
Dari sisi akomodasi, kualitas layanan turut menunjukkan perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 40,32 persen, meningkat 2,78 poin dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang kini mencapai 2,40 hari, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian positif ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata Sulawesi Utara terus bergerak ke arah yang lebih kompetitif. Pemerintah provinsi pun optimistis, tren ini akan menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Sulut sebagai salah satu pintu gerbang kawasan Pasifik. (*)













