Scroll untuk baca artikel
BeritaDAERAHManadoSulut

Perempuan Pertama Pimpin PWI Sulut, Sintya Bojoh Cetak Sejarah Baru

855
×

Perempuan Pertama Pimpin PWI Sulut, Sintya Bojoh Cetak Sejarah Baru

Sebarkan artikel ini

MANADO — Dunia pers di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Sintya Nindya Christin Bojoh resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031, sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi strategis tersebut.

Keputusan ini ditetapkan dalam Konferensi PWI Sulut yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Manado, Selasa (31/3/2026). Forum organisasi yang berjalan demokratis itu diwarnai dinamika pemilihan yang cukup ketat, namun tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan antar anggota.

Dalam proses pemungutan suara, Sintya Bojoh tampil unggul dengan raihan 145 suara. Ia meninggalkan dua pesaingnya, yakni Merson Simbolon yang memperoleh 109 suara serta Jhon Paransi dengan 4 suara.

Terpilihnya Sintya menjadi penanda penting dalam perjalanan PWI di daerah Nyiur Melambai. Selain mencatat sejarah baru, kehadirannya di pucuk pimpinan dinilai membawa angin segar bagi organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Sejumlah kalangan menilai, figur Sintya Bojoh memiliki kapasitas dan semangat pembaruan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan dunia pers saat ini. Ia diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalisme, memperkuat solidaritas antar wartawan, serta meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.

Pelaksanaan konferensi sendiri berlangsung sesuai ketentuan organisasi dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, sehingga seluruh tahapan berjalan tertib dan sah secara kelembagaan.

Dukungan dan harapan pun mengalir dari para wartawan senior. Mereka melihat momentum ini sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang sehat, sekaligus peluang memperkuat independensi pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi.

Dengan terpilihnya Sintya Nindya Christin Bojoh, publik kini menantikan gebrakan program kerja yang inovatif dan adaptif. Kepemimpinan periode 2026–2031 diharapkan mampu menjawab kebutuhan zaman, sekaligus membawa PWI Sulawesi Utara semakin solid dan berdaya saing di era pers modern.

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *