JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus olahraga yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti perjalanan panjang pengabdiannya selama 34 tahun bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Ia menyebut, kiprah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun dan mengangkat pencak silat hingga semakin dikenal di kancah internasional.
“Selama 34 tahun pengabdian bersama IPSI, banyak prestasi yang telah kita raih. Alhamdulillah, pencak silat kini semakin dikenal dan mendunia,” ujar Prabowo.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga semata, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya tersebut sebagai bagian dari identitas nasional.
“Pencak silat adalah warisan budaya bangsa. Kita percaya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menjaga budayanya sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus apresiasi kepada seluruh pengurus IPSI di berbagai daerah atas dukungan, kerja keras, dan dedikasi yang telah diberikan selama ini.
Ia memastikan, meski telah menyampaikan pertanggungjawaban, komitmennya terhadap pencak silat tidak akan berhenti. Prabowo menegaskan akan terus mendukung IPSI dan pengembangan pencak silat sebagai seorang pendekar.
Lebih lanjut, ia menyatakan optimisme bahwa kepemimpinan IPSI ke depan mampu menjaga marwah pencak silat serta mendorong kemajuannya di tingkat global. Bahkan, ia berharap pencak silat dapat masuk sebagai cabang olahraga dalam ajang Olimpiade.
Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan membanggakan pencak silat sebagai identitas bangsa Indonesia.
(*/Red)













