MANADO — Aktivitas jual beli emas di Sulawesi Utara belakangan mengalami kemandekan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada masyarakat, khususnya para penambang emas, yang kini diliputi ketidakpastian akibat sulitnya menjual hasil tambang.
Sejumlah toko emas di Manado serta beberapa daerah lain seperti Kotamobagu dan Amurang dilaporkan menutup sementara aktivitas transaksi. Padahal, sebelumnya pusat-pusat penjualan emas tersebut dikenal cukup aktif melayani jual beli.
Menanggapi situasi itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengambil langkah cepat dengan memanggil pimpinan Pegadaian wilayah Sulut guna membahas permasalahan yang tengah dihadapi para penambang.
Gubernur Yulius meminta masyarakat tetap tenang dan bersabar, seraya menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia memastikan negara akan hadir untuk melindungi kepentingan masyarakat penambang dan mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.
“Intinya, kami pemerintah berupaya menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
Menurut Gubernur, langkah yang diambil pemerintah tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, disertai kepastian hukum agar penyelesaian persoalan ini dapat berjalan adil dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kata dia, berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pertambangan rakyat tetap mendapat perhatian serius. (*/Red)
















