Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDAERAHManadoSulut

Gubernur Sulut Ajak Masyarakat Maknai Nyepi sebagai Momentum Refleksi Diri

857
×

Gubernur Sulut Ajak Masyarakat Maknai Nyepi sebagai Momentum Refleksi Diri

Sebarkan artikel ini

MANADO — Umat Hindu di berbagai daerah, termasuk di Manado, merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Sehari sebelumnya, Rabu (18/3/2026), umat Hindu telah memasuki rangkaian hari suci dengan menjalani Catur Brata Penyepian.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyampaikan bahwa Nyepi menjadi momen penting untuk melakukan introspeksi diri serta menumbuhkan kedamaian batin.

Example 300x600

Menurutnya, keheningan dalam perayaan Nyepi mengandung makna mendalam, yakni memberikan ruang bagi setiap individu untuk merenung dan memperbaiki hubungan dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta.
“Nyepi mengajarkan kita untuk sejenak berhenti dari aktivitas, menenangkan diri, serta memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai ritual yang dijalankan umat Hindu, seperti meditasi dan puasa, merupakan bagian dari upaya mencapai kesucian jiwa serta keseimbangan hidup.

Lebih lanjut, Gubernur menilai perayaan Nyepi juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dengan lingkungan serta meningkatkan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.

Ia berharap, momentum Nyepi dapat membawa kedamaian serta menjadi titik awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

“Semoga perayaan Nyepi ini membawa ketenangan, kebahagiaan, serta menjadi kesempatan bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan Tuhan maupun sesama,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *