Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDAERAHManadoSulut

Gubernur Yulius Promosikan Investasi Sulut di PSBM Makassar, Tawarkan Peluang Strategis ke Asia Pasifik

532
×

Gubernur Yulius Promosikan Investasi Sulut di PSBM Makassar, Tawarkan Peluang Strategis ke Asia Pasifik

Sebarkan artikel ini

MAKASAR — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, mempromosikan potensi investasi daerah dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan para pelaku usaha, Yulius menegaskan posisi strategis Sulawesi Utara sebagai super-hub sekaligus pintu gerbang perdagangan menuju kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Example 300x600

Dalam paparannya, Gubernur mengungkapkan bahwa kinerja investasi Sulawesi Utara menunjukkan tren yang sangat positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat melampaui target dengan capaian lebih dari Rp10,12 triliun atau 109 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut tumbuh 35,6 persen dibanding tahun sebelumnya dan berdampak pada penyerapan 18.049 tenaga kerja.

“Sulawesi Utara merupakan ekosistem investasi yang matang dengan masyarakat yang toleran dan terbuka, sehingga memberikan rasa aman bagi investor untuk mengembangkan usaha,” ujar Yulius.

Ia juga memaparkan sejumlah sektor unggulan yang dinilai memiliki daya tarik tinggi, di antaranya pertanian dan perkebunan, kelautan, serta pariwisata. Komoditas kelapa, misalnya, mencatat nilai ekspor mencapai Rp1,2 triliun per tahun.

Sementara pala Sulawesi memiliki produksi sekitar 12.800 ton per tahun dengan masa balik modal relatif cepat, yakni 2 hingga 3 tahun.

Di sektor kelautan, kontribusi ekspor mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun yang ditopang oleh aktivitas Pelabuhan Internasional Bitung sebagai simpul logistik utama. Sementara sektor pariwisata terus berkembang dengan dukungan 39 Destinasi Pariwisata Provinsi dan 127 desa wisata, termasuk kawasan unggulan seperti Bunaken di Manado, Danau Linow di Tomohon, Tangkoko di Bitung, hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Untuk mendukung iklim investasi, pemerintah juga terus memperkuat konektivitas internasional melalui penerbangan langsung ke sejumlah kota besar seperti Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, Singapura, dan Incheon.

Saat ini, komposisi investasi di Sulawesi Utara didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 60 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 40 persen, dengan investor utama berasal dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang.

“Dengan pertumbuhan yang kuat serta dukungan infrastruktur, Sulawesi Utara menawarkan momentum strategis bagi para investor untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” kata Yulius menutup paparannya.

(*/Red)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *