Scroll untuk baca artikel
BeritaKanal IbukotaNASIONAL

Pra Kongres VII PIKI 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi Nasional dan Arah Strategis Organisasi

1583
×

Pra Kongres VII PIKI 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi Nasional dan Arah Strategis Organisasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, 28 Maret 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) menggelar Pra Kongres VII sebagai langkah awal konsolidasi nasional guna merumuskan arah strategis organisasi di tengah dinamika global dan nasional yang terus berkembang.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Jakarta ini diikuti oleh jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia. Agenda utama yang dibahas adalah pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi berbasis nilai dan intelektualitas.

Selain menjadi forum evaluasi internal, Pra Kongres juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi strategis terkait peran kelompok inteligensia dalam merespons berbagai tantangan kebangsaan, termasuk pengaruh dinamika geopolitik global terhadap Indonesia.

Ketua Umum PIKI, Badikenita Sitepu, dalam sambutan yang disampaikan secara daring dari Seoul, Korea Selatan, menegaskan bahwa Kongres VII PIKI tetap akan dilaksanakan sesuai rencana. Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan momentum kongres sebagai titik balik dalam memperkuat konsolidasi gagasan dan peran organisasi.

Ia juga mengungkapkan rencana PIKI untuk melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari kontribusi pemikiran dalam proses perumusan kebijakan nasional.

Lebih lanjut, Badikenita menekankan pentingnya membuka ruang diskursus yang lebih luas dalam Pra Kongres, termasuk membahas implikasi perkembangan geopolitik global terhadap posisi Indonesia.

Optimalisasi platform digital organisasi juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan gagasan dan memperkuat eksistensi PIKI di ruang publik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PIKI, Audy Wuisang, menyampaikan bahwa revisi AD/ART menjadi agenda mendesak yang telah bergulir sejak Kongres Luar Biasa 2017. Menurutnya, pembaruan tersebut bukan sekadar administratif, melainkan menyangkut penegasan identitas dan arah organisasi ke depan.

“PIKI perlu menata kembali fondasi organisasinya agar tidak sekadar menjadi organisasi kemasyarakatan, tetapi tetap konsisten sebagai rumah besar kaum inteligensia,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain penyesuaian nomenklatur organisasi, penguatan identitas melalui Mars PIKI yang telah diperkenalkan pada Rakernas 2024, serta penajaman posisi organisasi di ruang publik.

PIKI menargetkan seluruh proses pembaruan tersebut dapat diselesaikan dalam Kongres 2026, sehingga pada 2027 organisasi memiliki kerangka yang lebih adaptif, terukur, serta memiliki parameter yang jelas dalam menjalankan fungsi intelektualnya.
Ketua Panitia Kongres VII PIKI, Benyamin Patondok, memastikan seluruh rangkaian Pra Kongres hingga pelaksanaan Kongres VII pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta akan dipersiapkan secara matang, termasuk dari sisi pengamanan sesuai ketentuan nasional.

Pra Kongres VII PIKI 2026 diharapkan menjadi titik temu antara konsolidasi internal dan artikulasi eksternal, sekaligus menegaskan kembali peran PIKI sebagai bagian dari ekosistem pemikiran strategis bangsa di tengah kompetisi global yang semakin kompleks.
(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *