TANA TORAJA – Kesabaran warga Lembang Uluway, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, tampaknya telah mencapai batas. Karena tak kunjung mendapat penanganan, masyarakat akhirnya bergotong royong dan menggalang dana secara swadaya untuk memperbaiki ruas jalan utama yang menghubungkan Lembang Uluway dengan Lembang Uluway Barat.
Aksi perbaikan dilakukan pada Senin (3/8/2026). Dengan peralatan seadanya, warga bersama-sama menimbun dan memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak agar tetap dapat dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Bagi warga, jalan tersebut merupakan urat nadi yang menghubungkan dua lembang. Namun hingga kini, kondisi infrastruktur tersebut belum juga mendapat penanganan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Salah seorang warga, Neti, mengatakan pemerintah setempat sebenarnya mengetahui kondisi jalan tersebut. Menurutnya, sebelum Kepala Lembang Uluway meninggal dunia pada Desember 2025, pemerintah lembang telah berupaya mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Namun hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat adanya tindak lanjut.
“Jalan yang kami perbaiki sekarang merupakan ujung jalan utama dari Lembang Uluway menuju Lembang Uluway Barat. Pemerintah setempat mengetahui kondisi jalan ini. Sebelum kepala lembang kami meninggal pada Desember 2025, pemerintah sudah berusaha meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten. Namun sampai sekarang kami sebagai masyarakat belum menerima respons terkait perbaikan jalan penghubung desa kami,” ujar Neti.
Karena belum adanya kepastian perbaikan, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif memperbaiki jalan dengan kemampuan sendiri. Dana dihimpun melalui donasi sukarela dari warga, termasuk masyarakat Uluway yang merantau di berbagai daerah.
Neti menjelaskan, penggalangan dana dilakukan melalui grup WhatsApp yang dibentuk khusus sebagai media koordinasi dan penyampaian informasi mengenai kondisi jalan. Selain itu, warga juga melakukan pengumpulan sumbangan secara langsung dari rumah ke rumah.
“Kami membuat grup WhatsApp warga untuk menyampaikan informasi kondisi jalan yang kami perbaiki. Dari situ banyak warga bersimpati dan ikut menyumbang, terutama masyarakat Uluway yang berada di perantauan. Selain itu, ada juga penggalangan dana dari rumah ke rumah,” katanya.
Terkait jumlah dana yang berhasil dihimpun, warga menyebut seluruh pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan berada di bawah bendahara panitia swadaya masyarakat.
Aksi gotong royong tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar di tengah keterbatasan. Meski menyadari pembangunan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah, warga memilih tidak menunggu lebih lama demi menjaga kelancaran akses transportasi yang setiap hari mereka gunakan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tana Toraja segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan penghubung Lembang Uluway–Lembang Uluway Barat. Warga menilai perbaikan infrastruktur dasar seharusnya menjadi prioritas, sehingga masyarakat tidak terus-menerus harus menanggung beban pembangunan melalui swadaya.
(Pewarta: FAD)













