MANADO — Persma Manado memastikan diri sebagai kampiun usai menundukkan Bolsel FC pada laga final yang berlangsung di Stadion Klabat, Manado. Kemenangan tersebut sekaligus mengantar Persma mengamankan tiket promosi ke Liga 4 Nasional, mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola di Sulawesi Utara.
Dua gol kemenangan Persma dicetak oleh Herry Lontoh yang tampil impresif sepanjang pertandingan. Performa lini depan yang tajam serta organisasi permainan yang rapi menjadi faktor penentu keunggulan Persma atas Bolsel FC.
Sejak menit awal, Persma tampil dominan dengan mengontrol jalannya laga. Tekanan di sektor tengah mampu memutus alur permainan lawan, sementara skema serangan balik berjalan efektif dan menghasilkan peluang yang berujung gol. Di sisi lain, Bolsel FC kesulitan menembus pertahanan solid Persma dan gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang dimiliki.
Pertandingan final ini turut disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, serta Ketua KONI Sulut Jerry Waleleng. Keberhasilan Persma dinilai sebagai bukti keberhasilan proses pembinaan dan pelatihan yang dijalankan klub.
Dalam konteks kompetisi nasional di bawah naungan PSSI, capaian ini memiliki arti penting. Liga 4 merupakan bagian dari struktur piramida sepak bola Indonesia, sehingga promosi ke level nasional membuka peluang lebih besar bagi klub untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Selain membawa pulang trofi, Persma kini dihadapkan pada tantangan menjaga konsistensi performa serta memperkuat kedalaman skuad guna menghadapi kompetisi berikutnya.
Atmosfer pertandingan final juga menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Ribuan suporter memadati Stadion Klabat, menciptakan suasana meriah sekaligus menjadi indikator positif geliat sepak bola di Sulawesi Utara.
Format Baru Liga 4, Jalur Resmi Menuju Liga 3
Sementara itu, PSSI resmi menetapkan format baru Liga 4 musim 2025/2026 sebagai kasta keempat dalam sistem kompetisi nasional. Skema ini dirancang berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga putaran nasional sebagai jalur promosi ke Liga 3.
Pada tahap awal, kompetisi digelar di level kabupaten/kota melalui ajang Piala Bupati atau Piala Wali Kota yang melibatkan klub-klub anggota PSSI di daerah. Tim terbaik kemudian melaju ke tingkat provinsi melalui Piala Gubernur yang dikoordinasikan oleh Asosiasi Provinsi PSSI.
Selanjutnya, klub yang lolos akan bersaing di putaran nasional Liga 4. Fase ini menjadi tahap penentuan untuk memperebutkan tiket promosi ke Liga 3.
Meski demikian, hingga kini PSSI belum menetapkan jumlah kuota tim yang akan naik kasta. Regulasi tersebut masih dalam tahap penyesuaian dengan mempertimbangkan koordinasi bersama asosiasi di berbagai daerah.
Penerapan sistem berjenjang ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembinaan sepak bola dari level akar rumput.
Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan kemampuan finansial klub di daerah.
Dengan format baru ini, Liga 4 diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda sekaligus memperkuat fondasi sepak bola nasional secara berkelanjutan.
(*/Red)













