BOLMUT — Semangat literasi mewarnai peringatan Hari Buku Sedunia 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kegiatan ini menghadirkan tokoh literasi muda Standius Bara Prima Lumbaa bersama jajaran pemerintah daerah dan ratusan pelajar.
Di hadapan Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena, Bara—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya literasi sebagai kemampuan memahami dan menyaring informasi, terutama di tengah derasnya arus digital.
Menurutnya, literasi saat ini tidak lagi sebatas membaca dan menulis, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi informasi yang beredar luas di media sosial dan platform digital.
“Kita hidup di era algoritma, di mana informasi yang muncul sering kali sesuai dengan preferensi kita. Di sinilah literasi digital menjadi penting agar kita tidak mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan teknologi, kata dia, harus tetap diimbangi dengan sikap kritis.
“Kita boleh memanfaatkan AI untuk mempermudah hidup, tetapi jangan sampai menempatkan teknologi secara berlebihan. Tetap harus kritis dan bijak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bara mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat dan dunia pendidikan di Boltara. Antusiasme tersebut, menurutnya, menjadi energi untuk terus menggerakkan kampanye literasi di berbagai daerah.
Sebagai Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), ia menegaskan bahwa kunjungan ke Bintauna merupakan bagian dari program berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan indeks literasi di Sulawesi Utara. Sekolah tersebut menjadi titik keempat dalam rangkaian kegiatan yang menyasar satuan pendidikan di daerah.
Sementara itu, Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menilai literasi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah. “Kualitas sumber daya manusia menjadi pertimbangan penting bagi investor. Daerah dengan masyarakat yang cerdas dan melek informasi akan lebih cepat berkembang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas hingga generasi muda, untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur akademisi, tenaga pendidik, komunitas literasi, serta ratusan siswa yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias. (*)













