MAKASAR – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam penanganan deteni dan pengungsi saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembentukan dan Pengukuhan Tim Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tingkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Detensi Imigrasi Makassar di Hotel Ibis Styles Makassar Sam Ratulangi, Rabu (24/6), dihadiri oleh unsur Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulsel, Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BIN Daerah Sulawesi Selatan, otoritas transportasi, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Friece Sumolang menyampaikan bahwa pembentukan FORKOPDENSI merupakan tindak lanjut dari forum serupa yang telah dibentuk di tingkat pusat. Forum ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam penanganan deteni dan pengungsi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.
Menurutnya, penanganan pengungsi merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang efektif agar proses pengawasan dan penanganan dapat berjalan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan penanganan deteni dan pengungsi yang terpadu, sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Friece.
Pada kesempatan tersebut, Friece Sumolang juga melakukan pengukuhan Tim FORKOPDENSI Provinsi Sulawesi Selatan secara simbolis sebagai tanda dimulainya penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan deteni dan pengungsi di daerah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kebijakan penanganan deteni dan pengungsi, mekanisme koordinasi antarinstansi, serta penguatan peran FORKOPDENSI dalam mendukung penanganan yang terintegrasi di wilayah Sulawesi Selatan.
Melalui pembentukan forum ini, diharapkan terwujud koordinasi yang lebih efektif dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan terkait penanganan deteni dan pengungsi, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas dan keamanan di daerah.
(*/Red)














