Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALManadoPemerintahanSulut

Dari Literasi, Sulawesi Utara Menyiapkan Generasi untuk Masa Depan

1760
×

Dari Literasi, Sulawesi Utara Menyiapkan Generasi untuk Masa Depan

Sebarkan artikel ini

MANADO — Kemajuan sebuah daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Di balik pembangunan yang berkelanjutan, terdapat faktor yang jauh lebih fundamental, yakni kualitas manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal.

Semangat inilah yang mengemuka dalam Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 yang resmi ditutup pada Minggu (4/10/2026) malam di Museum Negeri Sulawesi Utara.

Mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban”, festival ini tidak sekadar menjadi ajang membaca dan menulis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan gagasan, karya, kreativitas, sekaligus refleksi tentang bagaimana generasi Sulawesi Utara mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman.

Bagi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., literasi memiliki makna yang jauh lebih luas.

Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami realitas, berpikir kritis, membaca perubahan zaman, serta menghasilkan gagasan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Generasi muda tidak cukup hanya mampu menerima informasi, tetapi juga harus mampu memilah, memahami, mengolah, dan menghasilkan informasi maupun gagasan yang konstruktif.

“Peradaban yang maju dan berkeadaban dibangun di atas fondasi literasi yang kokoh,” menjadi pesan yang menguat dalam pelaksanaan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026.

Literasi sebagai Investasi Masa Depan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memandang gerakan literasi sebagai tanggung jawab bersama.

Sekolah, perguruan tinggi, keluarga, komunitas, pemerintah, hingga generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, produktif berkarya, serta terbuka terhadap perkembangan dunia.

Karena itu, berbagai kegiatan edukatif dan kreatif seperti Festival Literasi Sulawesi Utara menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang bagi masyarakat untuk belajar, berekspresi, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan potensi.

Festival ini memperlihatkan bahwa literasi dapat menjadi titik temu berbagai gagasan. Dari ruang yang terbuka untuk berekspresi, lahir karya, pemikiran kreatif dan semangat untuk terus belajar.

Gubernur Yulius pun menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Perpustakaan Nasional, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026.

Merawat Kearifan, Menatap Masa Depan

Di tengah perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat, kemajuan tidak berarti harus meninggalkan identitas.

Sebaliknya, daerah yang kuat adalah daerah yang mampu bergerak maju dengan tetap mengenal sejarah, budaya dan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

Pesan inilah yang menjadi salah satu roh Festival Literasi Sulawesi Utara 2026.

Merawat kearifan lokal bukan berarti berjalan mundur. Kearifan lokal justru dapat menjadi fondasi untuk menciptakan narasi baru tentang masa depan.

Generasi muda Sulawesi Utara perlu diberi ruang untuk membaca dunia sekaligus memahami daerahnya sendiri. Mereka harus mampu menyerap perkembangan global, tetapi tetap membawa identitas Sulawesi Utara dalam karya, gagasan dan inovasi yang dihasilkan.

Di titik inilah literasi menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Festival Berakhir, Gerakan Literasi Berlanjut

Penutupan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 bukan berarti berakhirnya gerakan literasi.

Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan yang terus hidup di sekolah, kampus, keluarga, komunitas maupun ruang-ruang publik.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi berbagai kegiatan edukatif dan positif yang mendorong masyarakat untuk membaca, berpikir kritis dan menghasilkan karya.

Gubernur Yulius berharap semangat yang tumbuh selama festival dapat diteruskan dalam bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Utara.

Sebab, Sulawesi Utara yang maju tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan manusia-manusia yang berpengetahuan, berkarakter, kreatif dan memiliki kepedulian terhadap daerah.

Dari literasi, lahir pengetahuan.

Dari pengetahuan, tumbuh gagasan.

Dari gagasan, lahir karya.

Dan dari karya, Sulawesi Utara menyiapkan masa depan.

Semangat Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 pun diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan daerah menuju Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera dan berkelanjutan. (*/ADVETORIAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *