MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menginstruksikan jajarannya bergerak cepat membantu 39 kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, dan Kelurahan Sario, Kota Manado.
Instruksi tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran.
Menindaklanjuti arahan gubernur, Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak pada Selasa (13/10/2026). Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara, Wanda Musu, di lokasi terdampak.
Bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng, makanan kaleng, perlengkapan tidur, perlengkapan darurat, serta kebutuhan khusus bayi. Bantuan tersebut diserahkan kepada warga terdampak yang sementara mengungsi di Gedung Masjid Darus Salam 1 Sindulang.
Kebakaran pertama terjadi di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 22.30 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan 27 rumah dan berdampak pada 32 kepala keluarga.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Jalan Sakura, Kelurahan Sario, pada hari yang sama sekitar pukul 16.55 WITA. Peristiwa ini mengakibatkan tujuh rumah terdampak, dengan jumlah korban mencapai 11 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa.
Dengan demikian, total terdapat 39 kepala keluarga yang terdampak dari dua peristiwa kebakaran tersebut.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara, Wanda Musu, menyampaikan bahwa Pemprov Sulut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado dalam penanganan dampak kebakaran, termasuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban warga terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.
Pemprov Sulut juga terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar penanganan korban berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dukungan pemerintah diharapkan dapat membantu warga melewati masa pemulihan pascakebakaran.
Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keselamatan, serta kehati-hatian dalam menggunakan sumber api merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Pemprov Sulut berharap semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat terus terpelihara, terutama dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
Melalui penanganan yang cepat dan koordinasi lintas pemerintahan, pemerintah berupaya memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi sulit tanpa perhatian dan dukungan. (*)













