TOMOHON — Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Sulut di kawasan Linow, Kelurahan Lahendong, Kota Tomohon, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 tersebut diikuti sekitar 320 peserta. Hadir pula jajaran pengurus DPD Partai Gerindra Sulut, para Ketua DPC, senior dan penasihat partai, serta anggota DPRD dari Partai Gerindra se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa Diklat Laskar Gerindra tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, para peserta harus memperoleh pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan berorganisasi maupun dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Ini suatu kebanggaan buat kalian dan tentunya juga menjadi pembelajaran bagi kita semua yang hadir di tempat ini. Saya ingin pendidikan dan pelatihan ini tidak lewat begitu saja,” tegas Yulius.
Ia mengatakan, salah satu tujuan utama pelatihan tersebut adalah membentuk kader yang memiliki disiplin kuat. Karena itu, peserta dibekali dengan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sebagai salah satu sarana membangun kedisiplinan, kekompakan dan kepatuhan terhadap aturan.
“Kalau kita tidak disiplin, maka yang satu sikap sempurna, yang satu istirahat, yang satu bertahan, yang satu jalan. Kita adalah tim. Kalau tim tidak diatur, maka tim itu tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Yulius kemudian menekankan bahwa kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut dia, disiplin tidak hanya berlaku ketika peserta berada dalam kegiatan pelatihan, tetapi juga harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua kegiatan, dari kalian datang sampai kalian kembali, dari kalian bangun tidur sampai kalian tidur, harus disiplin. Tidur pun harus disiplin,” katanya.
Selain disiplin, Yulius menyebut ada sejumlah nilai penting yang harus dibangun melalui Diklat Laskar Gerindra, di antaranya militansi, pantang menyerah, loyalitas dan semangat juang.
Ia berharap seluruh peserta memiliki keteguhan dalam menjalankan tugas organisasi serta mampu menjaga soliditas Partai Gerindra.
“Kalian harus memiliki militansi, pantang menyerah dan pantang mengeluh. Kita harus solid dan memiliki loyalitas kepada organisasi,” tutur Yulius.
Yulius juga mengingatkan para peserta agar memahami batas-batas tanggung jawab dan aturan yang berlaku selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, seluruh peserta harus menjaga kekompakan karena setiap tindakan individu dapat berdampak terhadap kelompok.
“Satu salah, semua merasakan. Melanggar satu, untuk semua. Karena kita adalah satu tim,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yulius mengaitkan pembentukan Laskar Gerindra dengan komitmen kebangsaan. Ia mengingatkan peserta untuk tetap berpegang pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mendorong Laskar Gerindra agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dan membantu masyarakat.
“Kita sudah berjanji untuk bersama-sama menjaga NKRI dan ikut berpartisipasi dalam semua aspek pembangunan daerah maupun masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yulius juga meminta seluruh peserta menjaga nama baik Partai Gerindra, menunjukkan loyalitas serta menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Partai yang solid adalah partai yang memiliki loyalitas dan disiplin. Saya titipkan kepada siswa-siswa ini, jangan keluar dari batas-batas yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Yulius meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian Diklat dengan sungguh-sungguh dan mengutamakan keamanan selama kegiatan
berlangsung.
Ia juga mengingatkan agar setiap kegiatan diawali dengan doa.
“Jaga keamanan selama kita melakukan kegiatan. Saya minta semua mengikuti kegiatan dengan baik dan selalu menjaga keamanan. Setiap kegiatan kita selalu diawali dengan doa,” pungkasnya. (Bertje)













