Scroll untuk baca artikel
BeritaManadoPemerintahanSulut

May Day 2026 di Manado, Pemprov Sulut Dorong Sinergi untuk Kesejahteraan Pekerja

3299
×

May Day 2026 di Manado, Pemprov Sulut Dorong Sinergi untuk Kesejahteraan Pekerja

Sebarkan artikel ini

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar kegiatan terpusat di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kota Manado, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Mayjen TNI (Pur) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perbankan, serta perwakilan serikat pekerja. Mengusung tema kolaborasi, peringatan tahun ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan aksi unjuk rasa, peringatan May Day kali ini berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus evaluasi hubungan industrial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menilai perubahan pendekatan tersebut sebagai langkah positif dalam membangun hubungan kerja yang harmonis. Ia menekankan pentingnya stabilitas ketenagakerjaan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sinergi tripartit harus terus diperkuat untuk menjaga iklim kerja yang sehat, mendorong masuknya investasi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi para pekerja dalam mendukung pembangunan Sulawesi Utara. Menurutnya, peran buruh sangat strategis dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

Ia menegaskan, arah pembangunan Sulut difokuskan pada pencapaian kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Visi kami menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini harus terus dijaga agar potensi daerah dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Yulius.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog terbuka antara perwakilan serikat pekerja dan jajaran pemerintah provinsi. Diskusi tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah.

(*/Bert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *