KUPANG –Amfoang Barat Laut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini tidak lagi hanya menjadi tempat belajar teori, melainkan bertransformasi menjadi pusat produksi yang nyata. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh SMK Negeri 1 Amfoang Barat Laut dalam menyukseskan program One School One Product (OSOP), sebuah inisiatif unggulan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Konfirmasi media ini pada hari senin 2/3/2026 Program OSOP mewajibkan setiap sekolah untuk menghasilkan setidaknya satu produk unggulan yang bernilai ekonomi. Melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Teaching Factory (TeFa), siswa diajak untuk terjun langsung ke lapangan, menciptakan produk yang tidak hanya mengasah keahlian mereka, tetapi juga berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kacang Hijau Emas Hijau dari Lahan Sekolah
Di sektor pertanian- Kacang hijau,emas Hijau dari lahan Sekolah
Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) memanfaatkan lahan sekolah untuk budidaya kacang hijau. Pemilihan komoditas ini bukan tanpa alasan. Tim pengajar melihat adanya peluang pasar yang sangat besar dengan harga yang cenderung stabil.
Hamparan hijau tanaman kacang hijau yang tumbuh subur di area sekolah menjadi bukti nyata kerja keras para siswa. Kegiatan ini melatih mereka untuk memahami rantai produksi secara utuh, mulai dari pengolahan lahan hingga strategi pascapanen yang berorientasi pasar.
Sektor Peternakan- Mencetak Pengusaha Ayam Broiler, Tak kalah produktif, Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas (ATU) memfokuskan diri pada budidaya ayam broiler. Menggunakan seragam kerja (wear pack) oranye khas praktik lapangan, para siswa tampak terampil mengelola kandang, mengatur pakan, hingga memantau kesehatan ternak.
Budidaya ayam broiler ini dipilih karena siklus panennya yang relatif cepat, sehingga siswa dapat belajar mengelola perputaran modal dan operasional bisnis secara intensif. Foto-foto menunjukkan kegembiraan para siswa saat menunjukkan hasil ternak mereka yang sehat dan siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar.
Lebih dari Sekadar Kurikulum Membentuk Jiwa Wirausaha -Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan ini adalah jembatan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik, baik dari sisi hard skill (teknis budidaya) maupun soft skill (kedisiplinan, ketelitian, dan mentalitas kerja).
”Tujuan utama kami adalah mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan jiwa wirausaha mandiri sesuai standar industri, mereka akan menjadi motor penggerak ekonomi di daerahnya masing-masing,” ujar pihak manajemen sekolah.
Melalui program OSOP ini, SMKN 1 Amfoang Barat Laut membuktikan bahwa pendidikan vokasi adalah kunci kemandirian ekonomi daerah. Dari tangan-tangan muda inilah, produk lokal berkualitas lahir dan siap bersaing di pasar luas.**
(Abani)
















