TOMOHON — Persiapan pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 terus dimatangkan. Tidak hanya sebagai agenda pariwisata unggulan, festival bertaraf internasional tersebut juga diarahkan menjadi sarana promosi investasi dan pembuka akses pasar internasional bagi produk florikultura Kota Tomohon.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Panitia TIFF 2026, Levita G. Supit, kepada sejumlah awak media saat melakukan kunjungan ke Show Window Tomohon, Jumat (5/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Levita berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Michael Joseph, guna memastikan kesiapan serta ketersediaan stok bunga yang akan digunakan selama rangkaian pelaksanaan TIFF 2026.

Menurut Levita, kesiapan bunga menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan sejak dini mengingat kebutuhan bunga dalam festival ini sangat besar, terutama untuk mendukung parade kendaraan hias dan berbagai kegiatan utama lainnya.

Selain mempersiapkan kebutuhan teknis pelaksanaan festival, panitia juga tengah menyusun berbagai langkah strategis agar TIFF 2026 mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya dengan menjalin komunikasi bersama sejumlah perwakilan negara sahabat, duta besar, dan calon investor yang berpotensi menanamkan modal di Kota Tomohon.

Panitia menargetkan kehadiran delegasi dari berbagai negara pada pelaksanaan TIFF yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Kehadiran para tamu internasional tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama investasi sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk unggulan daerah.

“TIFF bukan hanya festival bunga. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi Tomohon kepada dunia internasional. Melalui festival ini, para investor dapat melihat langsung kualitas produk florikultura yang dimiliki Tomohon dan berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan,” ujar Levita.
Ia menambahkan, sektor florikultura menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, TIFF diharapkan dapat menjadi etalase internasional yang menampilkan kualitas, daya saing, serta potensi bisnis bunga Tomohon kepada pasar global.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, TIFF 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Tomohon sebagai salah satu pusat florikultura terkemuka di Indonesia. Di sisi lain, terbukanya akses investasi dan pasar baru diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.
(Bertje)














