MINAHASA UTARA – Atmosfer olahraga tinju amatir kembali semarak di Sulawesi Utara melalui pelaksanaan Bhayangkara Boxing Championship 2026 yang berlangsung di Kendem Atas, Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, pada 24–25 Juni 2026.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini merupakan hasil sinergi antara Pertina Sulawesi Utara, Polres Minahasa Utara, serta organisasi Pa’esaan Ne Tu’a Tu’a Minaesa. Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Pembina Pertina Sulut, Izhak Tambani, yang juga menjadi sponsor utama sekaligus tuan rumah penyelenggaraan.
Dalam sambutannya, Izhak Tambani menegaskan bahwa kejuaraan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet usia dini sekaligus pencarian bibit-bibit petinju potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di level nasional hingga internasional.
Sebanyak 17 sasana tinju dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara ambil bagian dalam ajang ini. Selama dua hari pertandingan, sebanyak 86 partai sukses dipertandingkan pada kategori School, Junior, dan Youth, baik putra maupun putri. Seluruh laga berlangsung kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Staf Ahli Gubernur Sulut Steven Liow yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Ketua Harian KONI Sulut Brigjen TNI (Purn) Adolf Tamengkel, Sekretaris Umum KONI Sulut Richard Kundiman, perwakilan Kapolres Minahasa Utara Kompol I Komang Simpen Wijaya, Camat Dimembe Ansye Dengah, serta unsur pelatih, wasit, dan insan tinju dari berbagai daerah.
Ketua Harian KONI Sulut Adolf Tamengkel memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti Bhayangkara Boxing Championship menjadi wadah strategis dalam menjaring atlet-atlet potensial menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk PON Bela Diri 2026.
Hal senada disampaikan Sekretaris Umum KONI Sulut Richard Kundiman yang berharap ajang tersebut mampu melahirkan generasi petinju baru sebagai penerus prestasi Sulawesi Utara di tingkat nasional maupun internasional.
Memasuki babak final, antusiasme masyarakat semakin terlihat. Ratusan penonton memadati arena pertandingan untuk memberikan dukungan kepada para atlet muda yang tampil penuh semangat di atas ring.
Acara penutupan dihadiri Wakil Ketua KONI Sulut yang juga Staf Khusus Gubernur Bidang Olahraga, Christian Yokung, mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Hadir pula petinju kebanggaan Sulut sekaligus juara Asia, Aser Kewas, yang memberikan motivasi kepada para peserta agar terus berlatih dan mengejar prestasi.
Dalam sambutannya, Christian Yokung mengapresiasi seluruh panitia, atlet, pelatih, dan masyarakat yang telah menyukseskan kejuaraan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam membangkitkan kembali tradisi prestasi tinju Sulawesi Utara.
Sementara itu, Izhak Tambani mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kejuaraan yang berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Harapan kami, dari kejuaraan ini akan lahir petinju-petinju muda yang mampu mengangkat nama Sulawesi Utara di tingkat nasional bahkan internasional. Pembinaan harus terus berjalan agar prestasi tinju daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Berakhirnya Bhayangkara Boxing Championship 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tinju di Sulawesi Utara terus bergerak ke arah yang positif. Kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus mempertahankan predikat Sulawesi Utara sebagai salah satu lumbung petinju terbaik di Indonesia.
(*/Red)














