Scroll untuk baca artikel
Tomohon

LPM Tomohon Siapkan Panggung Seni Rutin, Arnold Poli: Budaya Harus Jadi Alasan Wisatawan Tinggal Lebih Lama

1859
×

LPM Tomohon Siapkan Panggung Seni Rutin, Arnold Poli: Budaya Harus Jadi Alasan Wisatawan Tinggal Lebih Lama

Sebarkan artikel ini

TOMOHON – Seni dan budaya tidak boleh hanya hidup saat festival besar. Berangkat dari semangat itu, DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon mulai menggagas panggung seni budaya rutin di kawasan Menara Alfa Omega sebagai ruang ekspresi bagi para seniman lokal sekaligus magnet baru pariwisata Kota Tomohon.

Komitmen tersebut ditunjukkan saat DPD LPM Kota Tomohon mendukung pagelaran Forum Seni dan Budaya Ne Tombulu yang menampilkan ansambel musik tradisional Makaaruyen di Menara Alfa Omega, Sabtu (2/8/2026).

Selain menghibur masyarakat yang menikmati suasana malam sambil ngopi, pertunjukan itu juga menjadi ajang penggalangan dana bagi tim Forum Seni dan Budaya Ne Tombulu yang dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta untuk tampil dalam pagelaran seni budaya.

Ketua DPD LPM Kota Tomohon, Dr. Drs. Arnold Poli, S.H., M.AP., menegaskan bahwa pelestarian budaya harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan.

“DPD LPM Kota Tomohon siap menjadi rumah bagi seluruh komunitas seni dan budaya. Kami ingin pertunjukan seperti ini berlangsung secara rutin, minimal satu kali setiap bulan, sehingga masyarakat memiliki ruang berkarya dan budaya daerah tetap hidup,” tegas Arnold.

Menurutnya, LPM tidak hanya akan memfasilitasi pertunjukan musik Makaaruyen, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai seni tradisional lainnya seperti kolintang, musik bambu, Maengket, tari tradisional, paduan suara, hingga komunitas seni lainnya untuk tampil secara bergilir.

Arnold menilai, jika pertunjukan budaya terus digelar secara konsisten, Tomohon tidak hanya dikenal sebagai Kota Bunga, tetapi juga semakin kuat sebagai kota budaya yang menawarkan atraksi sepanjang tahun.

“Kalau ada pertunjukan seni setiap bulan, wisatawan tidak hanya datang saat TIFF. Mereka akan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama karena selalu ada sesuatu yang bisa dinikmati di Tomohon,” ujarnya.

Ia bahkan mencontohkan Bali yang sukses membangun industri pariwisata berbasis budaya melalui pertunjukan rutin yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kita ingin belajar dari Bali. Mereka mampu menjadikan seni sebagai kekuatan ekonomi dan pariwisata. Tomohon juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita memberi ruang, menjaga konsistensi, dan membangun kolaborasi,” katanya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, DPD LPM Kota Tomohon akan menggandeng pemerintah daerah, dinas terkait, serta berbagai komunitas seni agar setiap pertunjukan dapat terselenggara secara berkesinambungan.

Arnold menambahkan, melalui Bidang Seni dan Budaya DPD LPM Kota Tomohon, berbagai komunitas akan dirangkul agar memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan karya dan identitas budaya mereka kepada masyarakat.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari masyarakat. Salah seorang pengunjung sekaligus pelaku usaha kopi di kawasan Menara Alfa Omega mengaku senang dengan hadirnya panggung seni budaya karena mampu menciptakan suasana yang lebih hidup dan menarik lebih banyak pengunjung.

Dengan dukungan DPD LPM Kota Tomohon, pagelaran perdana ini diharapkan menjadi awal lahirnya agenda seni budaya rutin yang bukan hanya menjaga warisan budaya lokal tetap lestari, tetapi juga memperkuat identitas Tomohon sebagai destinasi wisata budaya di Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPD LPM Kota Tomohon serta pengurus Forum Seni dan Budaya Ne Tombulu Kota Tomohon.

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *