Scroll untuk baca artikel
ManadoPemerintahanSulut

Instruksi Gubernur, Pemprov Sulut Pasok 18.200 Liter Air Bersih ke Manado Tua

1853
×

Instruksi Gubernur, Pemprov Sulut Pasok 18.200 Liter Air Bersih ke Manado Tua

Sebarkan artikel ini

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Manado Tua, Kota Manado.

Atas instruksi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, Pemprov Sulut berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Manado dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendistribusikan 18.200 liter air bersih ke wilayah kepulauan tersebut, Senin (31/8/2026).

Distribusi air bersih ini mendapat dukungan transportasi laut dari KKP. Dua kapal dikerahkan untuk mendukung mobilisasi dan pengiriman air bersih menuju masyarakat Manado Tua.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Yulius Selvanus agar kebutuhan dasar masyarakat segera direspons, khususnya warga yang berada di wilayah kepulauan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, SIP, MM, kemudian mengarahkan perangkat daerah terkait untuk segera berkoordinasi dengan Pemkot Manado dan KKP guna mengambil langkah konkret.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, mengatakan distribusi air bersih tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Bapak Gubernur memberikan instruksi agar kebutuhan masyarakat segera ditangani. Bapak Sekprov juga mengarahkan agar koordinasi lintas sektor dilakukan secara cepat dan konkret. Hari ini kita tindak lanjuti bersama Pemkot Manado, PDAM dan KKP melalui distribusi 18.200 liter air bersih ke Manado Tua,” ujar Jemmy.

Menurut Jemmy, kondisi geografis Manado Tua sebagai wilayah kepulauan membutuhkan dukungan transportasi laut dalam pendistribusian kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, dukungan kapal milik KKP menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan air bersih dapat dikirim ke Manado Tua.

“Dukungan KKP melalui KP Hiu dan KM Rajawali sangat penting dalam proses delivery air bersih. Ini adalah bentuk kolaborasi konkret antarpemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Jemmy menegaskan, persoalan geografis tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar.

“Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak pelayanan. Masyarakat di pulau harus merasakan kehadiran pemerintah. Karena itu, ketika ada kebutuhan yang harus segera ditangani, kita bergerak bersama dan mencari solusi,” tegas Jemmy.

Ia menambahkan, distribusi air bersih tersebut merupakan langkah respons cepat. Ke depan, Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado akan terus memantau kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong solusi yang lebih berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan air bersih di wilayah kepulauan.

Menurut Jemmy, kolaborasi Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan KKP menunjukkan pola kerja pemerintahan yang mengedepankan koordinasi, respons cepat, serta penyelesaian persoalan secara bersama.

“Ini bukan tentang kewenangan sektoral, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir menyelesaikan persoalan masyarakat. Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan KKP bergerak dalam satu semangat: memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar,” pungkasnya.

Pemprov Sulut memastikan sinergi lintas pemerintah dan kementerian/lembaga akan terus diperkuat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama bagi warga yang berada di wilayah kepulauan.

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *