MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. menegaskan Sulawesi Utara mampu menjaga ketahanan pembangunan di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Hal itu disampaikan Yulius dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (22/9/2026), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut.
Menurut Yulius, berbagai tantangan global, mulai dari konflik internasional, inflasi, efisiensi anggaran hingga dampak fenomena El Niño, tidak boleh menghilangkan optimisme dalam membangun daerah.
“Di usia ke-62 tahun ini, Sulawesi Utara membuktikan mampu bertahan. Kita masih bisa fight! Kita masih sanggup berdiri tegar, bergelora dalam semangat, dan berdaya dalam tindakan,” kata Yulius.
Ia menyampaikan, kekuatan Sulawesi Utara tidak hanya ditopang oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh persatuan masyarakat dan nilai-nilai budaya yang telah mengakar.
Menurutnya, semangat Mapalus, falsafah Torang Samua Basudara, serta ajaran Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangi, Sitou Timou Tumou Tou, menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Utara.
“Keberagaman adalah tenunan kebhinnekaan yang menguatkan, memurnikan rasa toleransi, dan melahirkan rasa bangga sebagai satu keluarga besar,” ujarnya.
Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen
Dalam pidatonya, Yulius juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan II 2026 mencapai 5,42 persen.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut tercermin dari aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari transaksi perdagangan di pasar tradisional, geliat usaha mikro dan kecil, hingga meningkatnya kepercayaan investor.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara pada 2025 mencapai 76,32, berada di atas angka nasional sebesar 75,90.
Sementara tingkat kemiskinan Sulut pada Triwulan II 2026 tercatat 6,32 persen, lebih rendah dibanding angka nasional sebesar 8,47 persen.
Gini Ratio Sulawesi Utara juga disebut berada pada angka 0,344, dibandingkan nasional sebesar 0,368.
Untuk inflasi, pemerintah daerah mencatat angka 2,53 persen pada Triwulan II 2026, lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Namun, Yulius mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait Tingkat Pengangguran Terbuka yang mencapai 5,85 persen, lebih tinggi dibanding angka nasional sebesar 4,85 persen.
“Kondisi pengangguran ini memberikan pesan bahwa pesatnya laju pertumbuhan ekonomi daerah harus diimbangi dengan daya serap tenaga kerja lokal yang lebih agresif,” katanya.
Pemprov Sulut, lanjutnya, akan mengarahkan investasi pada sektor padat karya, memperkuat perlindungan tenaga kerja lokal, serta meningkatkan pelatihan vokasi.
Sulut Raih Sejumlah Penghargaan
Yulius juga menyampaikan sejumlah penghargaan yang diraih Sulawesi Utara dalam berbagai bidang.
Di bidang tata kelola keuangan, Sulut kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Predikat tersebut menjadi WTP ke-12 secara berturut-turut.
Sulut juga disebut menerima penghargaan nasional terkait pemanfaatan e-purchasing, serta sejumlah apresiasi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Di antaranya penghargaan pemanfaatan data pendidikan, Universal Health Coverage (UHC) Award 2026, penghargaan bidang angka harapan hidup, hingga apresiasi layanan kesehatan dan pemenuhan gizi anak.
Sulawesi Utara juga ditetapkan sebagai Terbaik Pertama Regional Sulawesi dalam penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting, yang disertai insentif fiskal Rp3 miliar.
Penghargaan terbaru, kata Yulius, diterima Sulut pada 18 September 2026 sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi, dengan predikat Terbaik Pertama kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan. Atas capaian tersebut, Sulut memperoleh insentif fiskal Rp2 miliar.
Perkuat Infrastruktur dan Wilayah Kepulauan
Dalam bidang pembangunan wilayah, Yulius mengatakan Pemprov Sulut bersama DPRD telah menetapkan persetujuan Perda RTRW Provinsi Sulawesi Utara 2025–2044.
Pemprov juga terus mendorong pengesahan RUU Daerah Kepulauan agar wilayah-wilayah kepulauan memperoleh kebijakan penganggaran yang lebih sesuai dengan karakter geografisnya.
Untuk layanan dasar, pada 2025 sebanyak tujuh pulau telah mendapatkan layanan listrik 24 jam. Pada 2026, layanan tersebut kembali diperluas ke Pulau Beeng Laut dan Pulau Bebalang di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta Pulau Siladen di Kota Manado.
Di bidang ketenagakerjaan, Pemprov Sulut menetapkan UMP 2026 sebesar Rp4.002.630, meningkat 6,018 persen.
Pemerintah daerah juga mengoptimalkan pelatihan di BLK Kelas A Bitung, menggelar job fair, serta memfasilitasi pengiriman tenaga kerja yang lulus program magang ke Jepang.
Sementara bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Desa Modisi telah diselesaikan.
Pemprov Sulut juga mendorong legalisasi 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) melalui Kementerian ESDM untuk memberikan kepastian hukum dan keselamatan kerja bagi para penambang rakyat.
Dorong Sulut sebagai Simpul Distribusi Asia-Pasifik
Yulius menegaskan posisi geografis Sulawesi Utara harus dimanfaatkan sebagai Beranda Utama Utara Nusantara.
Karena itu, pemerintah provinsi mengembangkan paradigma Simpul Distribusi, dengan memantapkan kawasan Manado dan Bitung sebagai koridor pergerakan barang, jasa, modal dan kunjungan dari kawasan Asia-Pasifik menuju Indonesia maupun sebaliknya.
Menurutnya, penguatan konektivitas tersebut diharapkan memperpendek rantai pasok kawasan timur Indonesia, meningkatkan investasi dan memberikan dampak ekonomi bagi UMKM.
Akses internasional juga terus didorong melalui penambahan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke sejumlah negara.
Sektor pariwisata, kata Yulius, turut diperkuat melalui berbagai agenda berskala internasional, seperti Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, Festival Bunaken 2026, Likupang Tourism Festival 2026, serta Festival Pesona Selat Lembeh yang akan digelar.
Dukung Program Strategis Nasional
Dalam pidatonya, Yulius juga menyatakan Sulawesi Utara mendukung sejumlah program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di bidang pendidikan, Sulut mendukung pendirian Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi serta SMA Nusantara.
Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga 18 September 2026 telah terbentuk 180 SPPG di Sulut, dengan 173 di antaranya aktif beroperasi dan menjangkau 3.229 sekolah.
Program tersebut disebut telah menjangkau 419.829 penerima manfaat, termasuk siswa dan tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Sementara untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Yulius menyebut telah terbentuk 1.838 koperasi atau 100 persen dari target pembentukan di Sulut.
Jaga Kerukunan dan Perkuat Pelayanan Publik
Menutup pidatonya, Yulius meminta seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, keamanan dan kebersihan lingkungan.
Kepada ASN, ia menekankan pentingnya menjalankan nilai dasar BerAKHLAK dan memegang tiga prinsip utama, yakni kecepatan, kecerdasan dan integritas.
“Pangkas birokrasi yang berbelit-belit, layani masyarakat dengan tulus, serta bentengi diri dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.
Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk terus menjadi peneduh dan penjaga keharmonisan sosial.
Yulius secara khusus mengingatkan pentingnya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online dan paham radikalisme.
Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, ia mengajak agar semangat persaudaraan terus dipelihara.
“Sulut MELAJU untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!” serunya.
Rapat Paripurna HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal visi “Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Tema HUT ke-62 Sulawesi Utara tahun 2026 adalah “Sulut MELAJU (Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan) untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
(*/Red)













