MINAHASA – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Johanis Victor Mailangkay, S.H., M.H., meresmikan Monumen Patung Pahlawan Nasional Kapten Anumerta Pierre Tendean di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Senin (28/9/2026).
Peresmian monumen tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, dan keberanian Pierre Tendean, putra daerah berdarah Remboken yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Prosesi peresmian ditandai dengan pembukaan selubung patung, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya monumen yang dibangun di tanah leluhur Pierre Tendean.
Pierre Tendean merupakan putra dari pasangan dr. Aurelius Lammert Tendean dan Maria Elizabeth Cornet. Sosoknya diabadikan melalui monumen tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya dalam membela bangsa dan negara.
Keberadaan monumen di Remboken diharapkan tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai patriotisme dan keteladanan kepada generasi muda.
Peresmian monumen ini merupakan bagian dari rangkaian agenda mudik dan kebudayaan yang digelar Kerukunan Warga Pakasaan Remboken (KWPR).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Dewan Pembina KWPR Pusat, Letjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dan dihadiri Ketua KWPR Jakarta Evita Sumajouw, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta warga asal Remboken yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa.
Ketua Umum Panitia, Joubert, mengatakan Remboken memiliki rekam jejak sejarah yang gemilang karena telah melahirkan sejumlah figur bangsa yang dikenal memiliki kualitas intelektual, ketangguhan, dan integritas.
Menurutnya, kehadiran monumen Pierre Tendean di tanah leluhur tersebut diharapkan menjadi simbol kehormatan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani semangat perjuangan dan patriotisme putra terbaik daerah.
Rangkaian kegiatan KWPR juga diisi dengan berbagai aksi sosial dan kemasyarakatan. Di antaranya penghijauan lingkungan, anjangsana, penyaluran bantuan ke panti asuhan dan panti werdha, serta layanan pengobatan gratis yang dipusatkan di Kantor Camat Remboken.
Warga dan panitia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati sekaligus memperkenalkan panorama alam Remboken.
Dengan hadirnya Monumen Pahlawan Nasional Pierre Tendean, kawasan Remboken diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu destinasi sejarah dan budaya di Sulawesi Utara, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi penerus untuk mengenal perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
(*/Red)













