MANADO – Dinamika perebutan kursi kepemimpinan organisasi sayap pemuda Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara, kian menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).
Salah satu figur yang mulai mencuri perhatian adalah Standius Bara Prima. Putra Gubernur Sulawesi Utara itu secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Pengurus Daerah (PD) TIDAR Sulut, ditandai dengan pendaftaran simbolis yang telah dilakukannya.
Kemunculan Bara—sapaan akrabnya—dinilai menjadi angin segar bagi proses regenerasi kepemimpinan di kalangan pemuda “Bumi Nyiur Melambai”. Tak hanya membawa latar belakang keluarga, ia juga menawarkan gagasan baru untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung agenda pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Usai proses pendaftaran, Bara menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi ini bukan semata mengejar posisi, melainkan bentuk komitmen terhadap organisasi yang telah membesarkannya.
“TIDAR harus menjadi ruang tumbuh bagi anak muda yang ingin berkontribusi. Kami ingin memastikan generasi milenial dan Gen Z memiliki kanal yang tepat untuk terlibat aktif dalam politik,” ujarnya.
Ia juga bertekad menjadikan TIDAR sebagai wadah pembinaan dan inkubasi talenta muda, agar lebih sadar politik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Kehadiran Bara di sekretariat pendaftaran disambut positif oleh panitia dan kader. Sejumlah pihak menilai, sosoknya memiliki energi dan pendekatan yang inklusif, yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan kepemimpinan pemuda ke depan.
Dengan kedekatan terhadap lingkaran pengambilan kebijakan di daerah, Bara dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong sinergi antara gerakan kepemudaan dan program prioritas pemerintah provinsi. Hal ini penting terutama dalam mendorong sektor ekonomi kreatif, penguasaan teknologi, hingga pengembangan kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Langkah politik ini juga dipandang sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga soliditas partai di tingkat daerah, sekaligus memperluas basis dukungan, khususnya dari kalangan pemilih pemula.
Pendaftaran Bara diperkirakan akan memicu partisipasi kader muda lainnya dalam kontestasi internal tersebut. Musda TIDAR Sulut pun diharapkan menjadi ruang kompetisi yang sehat, dengan adu gagasan sebagai fondasi utama dalam melahirkan pemimpin muda masa depan.













