Scroll untuk baca artikel
OLAHRAGATomohon

Beredar di Medsos, AKBP Purn Thonny Salawati Luruskan Soal Kaos Tim PSKT Liga 4

2584
×

Beredar di Medsos, AKBP Purn Thonny Salawati Luruskan Soal Kaos Tim PSKT Liga 4

Sebarkan artikel ini

TOMOHON — Beredarnya pemberitaan di media sosial terkait persoalan kaos tim PSKT pada ajang Liga 4 mendapat tanggapan dari AKBP (Purn) Thonny Salawati.

Thonny meminta seluruh pihak untuk terlebih dahulu meluruskan persoalan yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun penyampaian informasi yang dapat merugikan pihak tertentu.

Ia menjelaskan, kaos yang menjadi persoalan tersebut merupakan kaos tim yang telah dipesan sejak Desember 2025, ketika rombongan PSKT berada di Jakarta untuk mengikuti kompetisi Liga 4.

“Ini kaos tim. Kita sudah pesan kepada Pak Hengky Kawalo sejak Desember 2025 waktu torang ke Jakarta untuk PSKT Liga 4,” jelas Thonny.

Menurutnya, kaos tersebut baru dibawa oleh pihak terkait pada Minggu, 19 Agustus, di Rindam. Thonny menegaskan, sejak awal dirinya tidak pernah meminta kaos tersebut untuk kepentingan pribadi, melainkan hanya menyampaikan bahwa kaos itu diperuntukkan bagi para senior Liga 4.

Ia juga mengaku telah memberikan penjelasan secara langsung kepada Stevi melalui sambungan telepon maupun komunikasi WhatsApp terkait persoalan tersebut.

Namun, Thonny menyayangkan munculnya pemberitaan di media sosial, khususnya yang dinilainya telah berkembang hingga dua kali dan dianggap menyudutkan serta mencemarkan nama baiknya.

“Saya sangat menyayangkan berita yang muncul di Tomohon Tangguh sampai dua kali, yang menurut saya menjelekkan dan mencemarkan nama baik saya,” ujarnya.

Thonny menegaskan, apabila informasi yang beredar tersebut dinilai telah memenuhi unsur pencemaran nama baik, dirinya tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum.

“Kalau memang ada unsur pencemaran nama baik, saya akan pikirkan untuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Mundur Sementara dari Internal PSKT

Selain meluruskan persoalan tersebut, Thonny juga menyampaikan bahwa dirinya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri sementara dari aktivitas internal PSKT.

Keputusan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan keterlibatannya sebagai salah satu anggota Komite Pemilihan Asprov PSSI Sulawesi Utara.

Ia menjelaskan, terdapat lima anggota Komite Pemilihan yang mewakili sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, yakni satu orang mewakili wilayah Bitung-Minahasa Utara, satu orang mewakili Tomohon-Minahasa, satu orang mewakili Manado, satu orang mewakili Kepulauan Talaud dan Sangihe, serta satu orang mewakili wilayah Bolmong Raya.

“Tadi malam torang sudah rapat di Manado. Karena ada persyaratan untuk menjadi Komite Pemilihan Asprov Sulut, maka secara internal PSKT saya buat pengunduran diri sementara,” jelasnya.

Thonny juga meminta Stevi yang dinilainya memahami persoalan PSKT untuk turut memberikan penjelasan dan meluruskan informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, selama terlibat di PSKT, dirinya telah memberikan waktu, tenaga dan pemikiran yang menurutnya tidak sedikit.

“Pengorbanan di PSKT sulit dihitung. Jangan dorang seenaknya. Walaupun kita sudah purna, kita tetap punya harga diri,” katanya.

Sebagai purnawirawan Polri, Thonny menegaskan dirinya tetap menghargai seluruh pihak yang selama ini bersama-sama membangun PSKT. Namun, ia berharap setiap persoalan dapat diselesaikan secara proporsional dan tidak berkembang menjadi tuduhan yang merugikan nama baik seseorang.

“Saya hanya meminta persoalan ini diluruskan. Jangan karena ada informasi yang tidak lengkap kemudian nama seseorang dirugikan,” pungkasnya.

AKBP (Purn) Thonny Salawati diketahui merupakan purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir AKBP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *