TOMOHON – Semarak Tomohon International Flower Festival (TIFF) ke-14 tahun 2026 mencapai puncaknya melalui gelaran Tournament of Flowers (ToF), Sabtu, 8 Agustus 2026. Parade bunga yang menjadi agenda utama TIFF tersebut menghadirkan panorama spektakuler dengan 36 kendaraan hias atau float yang dihiasi ribuan bunga beraneka warna.
Sejak pagi, suasana pusat Kota Tomohon berubah menjadi panggung terbuka bagi perayaan bunga, seni, budaya dan pariwisata. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati sepanjang jalur parade untuk menyaksikan langsung kemeriahan kendaraan hias yang melintas.
ToF 2026 mengambil rute dari kawasan show window, kemudian melewati sejumlah ikon Kota Tomohon, di antaranya Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Mako Rindam XIII/Merdeka, Menara Alfa Omega sebagai lokasi panggung utama, Tugu Tololiu, kawasan Perempatan Cool Supermarket, hingga garis akhir di Stadion Babe Palar.
Kehadiran delegasi internasional semakin memperkuat citra ToF sebagai festival bunga bertaraf dunia. Sebanyak 13 negara sahabat turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum Panitia TIFF 2026, Levita Supit Ginting, menyebutkan sejumlah negara yang berpartisipasi antara lain Kazakhstan, Bosnia, Kepulauan Solomon, Polandia, Kuba, Korea Selatan, Filipina dan Ethiopia.
“Pada ToF ada sebanyak 13 perwakilan negara sahabat yang ikut berpartisipasi,” ujar Levita di sela pelaksanaan ToF, Sabtu (8/8/2026).
Tidak hanya menampilkan kendaraan hias, parade juga menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya. Penampilan marching band, Tari Maengket, atraksi seni dan budaya Minahasa, musik Kolintang serta parade kendaraan yang dihiasi bunga Krisan, Pulo dan Lili Putih ikut menyemarakkan suasana.
Rangkaian pertunjukan tersebut membuat ToF bukan sekadar parade kendaraan hias, melainkan sebuah pertunjukan budaya yang memperlihatkan kekayaan seni, kreativitas dan potensi florikultura Kota Tomohon kepada masyarakat luas.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Internasional
Kemegahan ToF 2026 turut disaksikan sejumlah tamu penting. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama rombongan hadir dalam kegiatan tersebut.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bersama Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus, juga hadir menyaksikan langsung parade. Sejumlah kepala daerah, gubernur, wali kota, bupati serta jajaran Forkopimda turut berada di lokasi.
Para tamu disambut langsung oleh Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar.
Kehadiran wisatawan mancanegara di sepanjang jalur parade juga menjadi pemandangan tersendiri. Mereka tampak antusias mengabadikan berbagai atraksi dan kendaraan hias yang menjadi daya tarik utama ToF.
Menurut Levita, TIFF 2026 mengangkat tema “Collaboration of Spirit”. Tema tersebut merepresentasikan semangat membangun festival melalui kerja sama berbagai pihak, sekaligus menjadi pesan tentang pentingnya keberagaman budaya dan kolaborasi dalam mengembangkan pariwisata.
“Collaboration of Spirit” juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi Tomohon sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus salah satu pusat florikultura Indonesia.
Yulius: TIFF Perkuat Pariwisata Sulawesi Utara
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengajak masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara untuk ikut menikmati rangkaian TIFF 2026 yang berlangsung selama enam hari, 7 hingga 12 Agustus 2026.
Menurut Yulius, TIFF memiliki peran penting dalam memperkenalkan Sulawesi Utara kepada dunia. Keberhasilan penyelenggaraan festival ini dinilai menjadi bagian dari kerja bersama untuk menjadikan Sulut semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Caroll Senduk: TIFF Adalah Identitas Tomohon
Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk menegaskan bahwa TIFF memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar festival bunga.
Menurutnya, TIFF telah menjadi identitas Kota Tomohon sekaligus sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata, budaya, florikultura, UMKM dan ekonomi kreatif hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Menariknya, pelaksanaan TIFF tahun ini berlangsung dalam situasi efisiensi dan penghematan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan festival dengan kualitas terbaik.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi semangat kreativitas maupun kualitas. Justru efisiensi mendorong kita untuk bekerja lebih cerdas, lebih inovatif dan lebih banyak berkolaborasi,” ujar Caroll.
Ia menekankan, keberhasilan sebuah festival tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kuatnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, petani bunga, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, media dan seluruh pemangku kepentingan.
Atas dukungan berbagai pihak, Caroll menyampaikan apresiasi dan terima kasih sehingga rangkaian TIFF 2026 dapat berlangsung dengan baik.
Ia juga mengajak seluruh tamu dan wisatawan yang datang ke Tomohon untuk menikmati keindahan bunga, kekayaan budaya, keramahan masyarakat serta pesona alam Kota Tomohon.
Tomohon Tegaskan Diri sebagai Kota Bunga
Kesuksesan ToF 2026 semakin mempertegas posisi Tomohon sebagai salah satu kota yang memiliki kekuatan pada sektor florikultura dan pariwisata berbasis bunga.
Puluhan kendaraan hias yang bergerak sepanjang jalur parade menjadi gambaran kreativitas masyarakat sekaligus potensi bunga lokal yang mampu dikemas menjadi atraksi wisata berkelas internasional.
Di balik kemeriahan parade, TIFF juga membawa pesan ekonomi. Keterlibatan petani bunga, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, dunia usaha dan masyarakat menunjukkan bahwa festival dapat menjadi ruang bersama untuk menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.
Dengan semangat “Collaboration of Spirit”, TIFF 2026 tidak hanya menghadirkan pesta bunga bagi wisatawan, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, seniman, petani dan komunitas dari berbagai negara.
Dari Tomohon, bunga kembali menjadi bahasa universal yang mempertemukan berbagai budaya dan memperkenalkan Sulawesi Utara kepada dunia.













