Scroll untuk baca artikel
ManadoPemerintahanSulut

YSK: Perlindungan Anak Bukan Sekadar Seremoni, tetapi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

2376
×

YSK: Perlindungan Anak Bukan Sekadar Seremoni, tetapi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan bahwa perlindungan anak tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, menjamin hak-hak anak merupakan investasi strategis dalam mencetak generasi unggul yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Penegasan itu disampaikan YSK saat memimpin Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (3/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

YSK menekankan, setiap anak Indonesia berhak hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, menyampaikan pendapat, serta mendapat perlindungan penuh dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, penelantaran, hingga ancaman kejahatan siber yang semakin mengkhawatirkan.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia”, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama yang dimulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga ruang digital.

Menurut Gubernur, anak tidak lagi dapat dipandang sebagai objek pembangunan semata. Mereka adalah subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam setiap proses yang berkaitan dengan masa depan mereka.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Negara tidak bisa bekerja sendiri. Keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, media, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga seluruh tingkatan pemerintahan harus bergerak bersama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” tegas YSK.

Ia juga mendorong anak-anak agar tidak takut melapor apabila menjadi korban ataupun mengetahui adanya tindak kekerasan. Keberanian menyampaikan laporan dinilai menjadi bagian penting dalam memutus rantai kekerasan terhadap anak.

Sebagai langkah konkret, pemerintah terus memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) yang berfokus pada pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, penguatan peran keluarga, perlindungan di ruang digital, serta penanganan cepat terhadap setiap kasus yang terjadi.

Gerakan tersebut diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mengajak seluruh masyarakat mengambil peran aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

YSK menegaskan, pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas generasi yang dipersiapkan sejak dini. Anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Di akhir amanat, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Utara memperkuat kolaborasi dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan SAPA 129 sebagai saluran pengaduan apabila menemukan atau mengalami tindak kekerasan terhadap anak.

“Peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi titik penguatan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, terlindungi, dan penuh kasih sayang demi masa depan bangsa,” pungkasnya.

(*/Bertje)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *