MANADO — Suasana yang biasanya penuh ketegangan dalam pertandingan catur berubah menjadi lebih hangat dan penuh keakraban pada rangkaian perayaan Hari Persatuan Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM Tahun 2026, Jumat (5/6/2026).
Di tengah keseriusan para peserta menyusun strategi di atas papan catur, gelak tawa tiba-tiba pecah di sejumlah meja pertandingan. Wajah-wajah yang sebelumnya tampak fokus dan tegang seketika berubah ceria. Momen tersebut terjadi saat Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), hadir dan berbaur langsung dengan para peserta.
Tanpa sekat protokoler yang kaku, YSK berjalan mengelilingi arena pertandingan, menyapa satu per satu peserta yang tengah bertanding. Dengan penuh keakraban, ia bahkan memberikan pijatan ringan di pundak beberapa pemain yang sedang berkonsentrasi menghadapi lawannya.
Aksi spontan tersebut langsung mengundang tawa dan senyum para peserta. Suasana pertandingan yang semula hening dan penuh tekanan berubah menjadi lebih santai dan bersahabat. Sejumlah peserta tampak menikmati momen langka ketika seorang gubernur hadir begitu dekat dan akrab di tengah masyarakat.
“So dapa uru ngoni? (sudah dapat pijat kalian?),” celetuk salah seorang peserta kepada rekannya yang baru saja mendapat pijatan dari gubernur. Candaan itu disambut tawa peserta lainnya yang turut merasakan semangat dan kegembiraan di arena pertandingan.
Tak sedikit peserta yang meyakini sentuhan sederhana itu menjadi suntikan motivasi. “Kalau sudah dipijat Pak Gubernur, pasti menang,” ujar beberapa peserta sambil tersenyum.
Kehadiran YSK dalam kegiatan PKB GMIM kali ini tidak hanya sebatas memenuhi agenda seremonial. Selain membuka secara resmi Lomba Gerak Jalan PKB GMIM 2026, ia juga ikut ambil bagian dalam sejumlah cabang olahraga, termasuk catur dan tenis meja.
Partisipasinya memberikan warna tersendiri dalam seluruh rangkaian kegiatan. Di tengah padatnya tugas pemerintahan, YSK menunjukkan pentingnya olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Momen sederhana berupa pijatan ringan di pundak para peserta mungkin terlihat sepele. Namun bagi mereka yang merasakannya, hal itu menjadi simbol kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakatnya. Kehadiran yang hangat dan penuh perhatian mampu mengubah suasana tegang menjadi penuh canda, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Di arena catur itu, para pemain memang bertarung dengan strategi untuk meraih kemenangan. Namun di luar pertandingan, nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan keakraban menjadi hal yang paling menonjol. Melalui cara yang sederhana, YSK kembali menunjukkan bahwa kepemimpinan juga dapat hadir lewat kedekatan, senyum, dan perhatian kepada masyarakat.
(*/Red)














