Scroll untuk baca artikel
ManadoPemerintahanSulut

Gubernur Yulius Tegas: Tak Ada Tempat bagi Pejabat Tanpa Inovasi di Pemprov Sulut

1858
×

Gubernur Yulius Tegas: Tak Ada Tempat bagi Pejabat Tanpa Inovasi di Pemprov Sulut

Sebarkan artikel ini

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, melontarkan peringatan keras kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Di tengah tekanan fiskal, efisiensi anggaran, dan menurunnya transfer dana dari pemerintah pusat, Sulut tidak membutuhkan pejabat yang hanya menjalankan rutinitas tanpa gagasan dan terobosan.

Pesan tegas itu disampaikan Gubernur Yulius saat memberikan arahan kepada seluruh pejabat Eselon III dan pejabat lainnya di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026).

“Kalian ini ujung tombak pemerintahan. Kalian yang mengoperasionalkan dan mengawasi langsung seluruh pekerjaan di provinsi. Karena itu tidak ada kata lain untuk bermalas-malasan,” tegas Yulius.

Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemicu lahirnya inovasi, bukan dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Setiap perangkat daerah dituntut mampu menciptakan program yang tepat sasaran, berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu kalian harus berani menentukan prioritas dan fokus pembangunan. Di situlah inovasi dibutuhkan,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti masih besarnya potensi ekonomi Sulawesi Utara yang belum tergarap maksimal. Sektor pertambangan, perikanan, hingga perkebunan dinilai masih mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD apabila dikelola secara kreatif dan inovatif.

Ia mencontohkan komoditas cengkih yang kini mengalami penurunan harga sehingga banyak petani memilih tidak memanen hasil kebunnya. Menurutnya, pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Padahal itu masih bisa kita optimalkan. Kita kurang berani membuat terobosan. Pemerintah harus hadir di tengah teriakan masyarakat. Tidak boleh dibiarkan seperti ini, kita harus mencari solusinya,” tegasnya.

Yulius menegaskan, pejabat Eselon III bukan sekadar pelaksana administrasi, melainkan motor penggerak perubahan di setiap organisasi perangkat daerah. Karena itu, setiap pejabat dituntut menghadirkan solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Di akhir arahannya, Gubernur memastikan bahwa inovasi, prestasi, dan kinerja nyata akan menjadi perhatian pimpinan serta menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Jangan hanya bekerja menggugurkan kewajiban. Tunjukkan kreativitas, hasilkan terobosan, dan berikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara,” pesannya.

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *