Gubernur Sulut Lantik 134 Pejabat, Tegaskan Enam Bulan ke Depan Jadi Masa Evaluasi
MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, melantik dan mengambil sumpah jabatan 134 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (11/6/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut dan dihadiri para pejabat pimpinan tinggi pratama serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun promosi jabatan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja pemerintahan. Menurutnya, pergantian posisi merupakan hal yang lazim terjadi dalam setiap institusi, termasuk birokrasi pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa jabatan yang saat ini dipercayakan kepada para pejabat yang baru dilantik bukanlah akhir dari perjalanan karier mereka. Sebaliknya, posisi tersebut menjadi titik awal untuk menunjukkan kemampuan, integritas, dan kapasitas dalam menjalankan tugas.
Gubernur mengungkapkan seluruh pejabat eselon III dan IV yang baru dilantik akan menjalani proses evaluasi selama enam bulan ke depan. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan mereka untuk memperoleh promosi jabatan yang lebih tinggi.
“Dalam enam bulan ke depan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja saudara-saudara. Dari situ akan terlihat siapa yang benar-benar mampu menjalankan amanah dan berpeluang mengisi jabatan yang lebih tinggi, termasuk posisi eselon II yang saat ini masih tersedia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yulius mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan sejumlah pejabat senior akan memasuki masa purnatugas. Kondisi tersebut membuka peluang bagi lahirnya generasi baru pemimpin birokrasi di Sulawesi Utara.
Karena itu, ia mendorong seluruh pejabat yang baru dilantik untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas kerja, profesionalisme, serta kemampuan kepemimpinan.
“Jangan hanya menunggu kesempatan datang. Tunjukkan kemampuan melalui kerja nyata, dedikasi, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, maraknya penyebaran hoaks dapat mengganggu konsentrasi kerja dan berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Ia meminta para ASN tetap menjaga fokus, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Jangan sampai informasi yang tidak jelas kebenarannya mengganggu pekerjaan. Tetap fokus pada tugas dan tunjukkan bahwa ASN mampu menjadi pelayan masyarakat yang profesional dan dapat dipercaya,” pungkasnya.














