Scroll untuk baca artikel
GorontaloSPORTSulut

Gubernur Yulius: Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci Membangun Ekosistem Investasi Sulut

1538
×

Gubernur Yulius: Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci Membangun Ekosistem Investasi Sulut

Sebarkan artikel ini

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa kepemimpinan yang adaptif menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem investasi yang sehat, kompetitif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan materi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 23 Tahun 2026 di Aula Integritas BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (14/7/2026).

Dalam paparannya, Yulius mengatakan dunia saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat, dipengaruhi oleh digitalisasi, dinamika geopolitik, transformasi energi, perubahan iklim, hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut birokrasi untuk tidak lagi hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, berkolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pemimpin birokrasi saat ini tidak lagi dinilai dari banyaknya aturan yang dibuat, tetapi dari kemampuannya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan, investasi merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong transfer teknologi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing daerah. Karena itu, bagi Sulawesi Utara, investasi bukan sekadar masuknya modal, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat ekosistem investasi melalui kepastian hukum, pelayanan publik yang cepat, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, keamanan, stabilitas sosial, serta penerapan tata kelola
pemerintahan yang baik. Upaya tersebut turut mendorong tren positif realisasi investasi sepanjang 2025 hingga semester pertama 2026.

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan investor terlihat dari berkembangnya investasi di berbagai sektor strategis, seperti industri pengolahan, energi, pariwisata, perikanan, logistik, hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.

Meski demikian, Yulius menegaskan masih diperlukan peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan perizinan, kepastian regulasi, serta penyediaan sumber daya manusia yang kompeten agar birokrasi benar-benar menjadi fasilitator investasi, bukan penghambat investasi.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus melakukan reformasi pelayanan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS), memperkuat infrastruktur strategis, mendorong hilirisasi industri unggulan daerah, mengembangkan KEK Likupang, serta mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan guna memberikan kemudahan berusaha bagi para investor.

Selain mengejar pertumbuhan ekonomi, Gubernur menegaskan arah pembangunan Sulawesi Utara juga berlandaskan prinsip keberlanjutan melalui penerapan Green Economy dan Blue Economy. Menurutnya, kedua pendekatan tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Yulius juga menguraikan lima karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin perubahan, yakni visioner, adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menciptakan birokrasi yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepada peserta PKN Tingkat II Angkatan 23, Gubernur berharap setiap proyek perubahan yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan investasi, percepatan transformasi digital, peningkatan daya saing daerah, serta pembangunan yang berkelanjutan.

“Marilah kita jadikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II ini sebagai momentum melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu menciptakan masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju, inklusif, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(*/Bertje)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *