Scroll untuk baca artikel
PemerintahanTomohon

Delapan Dekade Menyalakan Iman, Dari Mimbar GMIM Bait-Lahim Talete Satu Menggema Ajakan Membangun Tomohon

1261
×

Delapan Dekade Menyalakan Iman, Dari Mimbar GMIM Bait-Lahim Talete Satu Menggema Ajakan Membangun Tomohon

Sebarkan artikel ini

TOMOHON – Delapan puluh tahun bukan sekadar hitungan usia bagi Jemaat GMIM Bait-Lahim Talete Satu Wilayah Tomohon Sentrum. Delapan dekade itu menjadi jejak panjang perjalanan iman yang telah membentuk ribuan kehidupan, melahirkan generasi pelayan, dan menjaga nyala kasih Kristus tetap hidup di tengah masyarakat. Suasana penuh syukur itulah yang menyelimuti ibadah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 jemaat, Minggu (26/7/2026).

Di tengah sukacita perayaan, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., hadir mewakili Wali Kota Tomohon sekaligus membacakan sambutan pemerintah yang sarat pesan tentang pentingnya menjaga warisan iman di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kota Tomohon menilai, selama delapan dekade GMIM Bait-Lahim Talete Satu tidak hanya berdiri sebagai bangunan ibadah, tetapi telah menjadi rumah rohani tempat kasih Kristus diberitakan, pengharapan dipulihkan, dan kehidupan banyak orang disentuh melalui pelayanan firman, doa, serta persekutuan jemaat.

Tema HUT ke-80, “A Living Legacy of Faith” yang diangkat dari 2 Timotius 1:5, disebut memiliki makna mendalam. Warisan iman, menurut Wali Kota dalam sambutannya, tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi harus terus hidup melalui keteladanan, pelayanan, dan kesetiaan setiap generasi dalam mengikuti Kristus.

Momentum ulang tahun ini juga dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat kembali panggilan gereja dalam mengajar, membimbing, dan menghadirkan kasih Allah kepada siapa pun tanpa membeda-bedakan. Gereja diharapkan terus menjadi tempat pemulihan, tempat setiap orang menemukan pengharapan dan kehidupan baru.

Tak kalah penting, pemerintah mengingatkan bahwa masa depan gereja berada di tangan generasi muda. Karena itu, pembinaan anak-anak dan kaum muda yang takut akan Tuhan serta mencintai gereja harus terus menjadi prioritas agar estafet pelayanan tidak terputus.

Di hadapan para pelayan khusus, pendeta, dan ribuan jemaat yang hadir, Pemerintah Kota Tomohon juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi GMIM Bait-Lahim Talete Satu dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan kehidupan sosial masyarakat selama ini.

Semangat melayani yang tumbuh dari gereja, menurut pemerintah, diharapkan ikut menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Tomohon. Jemaat diajak bersama-sama menyukseskan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, menghidupkan Gerakan ASRI, mendukung Program Tomohon Menanam, menjaga kebersihan lingkungan, membayar PBB-P2 tepat waktu, serta menggunakan energi secara bijaksana demi kemajuan daerah.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan berbagai layanan publik yang telah disediakan, mulai dari Hotline Corong Suara Rakyat, layanan darurat 112 bebas pulsa, hingga layanan Kepolisian 110 sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang cepat dan responsif bagi warga.

Mengakhiri sambutannya, Pemerintah Kota Tomohon menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh Jemaat GMIM Bait-Lahim Talete Satu Wilayah Tomohon Sentrum. Harapannya, gereja yang telah menorehkan perjalanan iman selama delapan dekade ini terus menjadi terang bagi masyarakat serta melahirkan generasi-generasi yang tetap setia kepada Kristus dan ikut membangun Kota Tomohon yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Ibadah syukur tersebut turut dihadiri Ketua BPMJ GMIM Bait-Lahim Talete Satu Pdt. Dr. Thresje Awuy-Tombokan, M.Th., Ketua BPMW Tomohon Sentrum Pdt. Fredy Balo, M.Th., para pendeta pelayan, pelayan khusus, Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Donald Pondaag, S.E. yang juga Ketua Panitia H2RG GMIM Bait-Lahim Talete Satu Tahun 2026, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, serta seluruh jemaat yang memadati lokasi ibadah.

(*/Diane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *