MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., memastikan tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebanyak 5 juta liter dijadwalkan tiba di Sulawesi Utara pada Jumat (16/10/2026) sore. Penambahan ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan BBM sekaligus mengatasi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Yulius setelah menggelar pertemuan bersama perwakilan Pertamina Regional Sulawesi Utara, Polda Sulawesi Utara, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Wisma Negara Bumi Beringin, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas perekonomian daerah tidak terganggu.
Gubernur Yulius menjelaskan, pemerintah bersama pihak terkait sebelumnya telah melakukan penambahan pasokan Pertalite sebanyak 3 juta liter. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan dengan tambahan 5 juta liter yang dijadwalkan tiba pada Jumat sore.
“Kita sudah menambah 3 juta liter, dan hari ini akan datang kurang lebih sore ini 5 juta liter,” ujar Yulius.
Selain tambahan tersebut, pasokan BBM dalam jumlah lebih besar juga dijadwalkan kembali masuk pada 20 Oktober 2026. Penambahan pasokan secara bertahap ini diharapkan mampu memperkuat stok BBM dan memperlancar distribusi ke berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Gubernur Yulius optimistis, melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat keamanan, penanganan persoalan distribusi BBM dapat berjalan dengan baik.
“Saya rasa semuanya dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Di tengah upaya penambahan pasokan, Gubernur turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tertib saat mengantre di SPBU. Masyarakat juga diminta menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan untuk mendukung pemerataan distribusi.
Menurutnya, penanganan persoalan BBM memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, Pertamina, aparat keamanan, dan masyarakat perlu bekerja sama agar distribusi berjalan tertib serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran distribusi BBM. Langkah ini diharapkan dapat mendukung aktivitas transportasi, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Dengan tambahan pasokan yang dijadwalkan masuk secara bertahap, pemerintah berharap ketersediaan Pertalite semakin membaik dan antrean kendaraan di SPBU dapat berangsur teratasi. (*)
![]()













