MANADO — Asap belum sepenuhnya hilang dari kawasan Asrama Gabungan (Asgap) Pakowa, Kota Manado. Di antara rumah-rumah yang hangus dan keluarga yang masih berupaya menerima kenyataan pahit, secercah harapan datang melalui kehadiran pemerintah.
Tak lama setelah menerima laporan kebakaran, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE langsung menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kota Manado, BPBD, serta instansi terkait agar penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Bagi Gubernur Yulius, bencana bukan sekadar peristiwa yang harus dicatat dalam laporan. Di balik setiap musibah ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang membutuhkan rasa aman, dan warga yang berharap negara hadir di saat paling sulit.
“Bencana yang dialami masyarakat adalah duka kita bersama. Pemerintah tidak boleh menunggu. Kita harus hadir, bergerak cepat, dan memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera terpenuhi,” tegas Gubernur.
Atas arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat bagi para korban. Bantuan itu menjadi langkah awal untuk memastikan warga dapat melewati masa-masa sulit setelah kebakaran.
Namun perhatian pemerintah tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Gubernur Yulius juga meminta seluruh jajaran pemerintah terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan benar-benar tuntas. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat bangkitnya para korban.
Di tengah musibah, semangat gotong royong kembali menunjukkan wajah terbaik masyarakat Sulawesi Utara. Aparat, relawan, dan warga bahu-membahu membantu proses evakuasi, menyalurkan bantuan, serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang terdampak.
Gubernur Yulius pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat. Baginya, kepedulian dan solidaritas adalah modal sosial yang membuat masyarakat mampu bangkit lebih kuat setelah bencana.
Musibah memang meninggalkan luka, tetapi respons cepat pemerintah dan kepedulian berbagai pihak menjadi penegas bahwa tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi cobaan sendirian. Di Asgap Pakowa, kehadiran negara bukan sekadar janji, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata untuk melindungi, melayani, dan menguatkan masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
(*/Bertje)













